Senin, 17 Juli 2017

Alasan Berhenti Kerja yang Logis

Alasan Berhenti Kerja yang Logis

Alasan Berhenti Kerja yang Logis - Kenapa Kamu keluar dari tempat kerja Kamu terlebih dulu? ” Pertanyaan itu bisa memberi rasa takut bahkan juga pada calon yang mempunyai keyakinan diri tinggi. Apa pun jawaban Kamu, sederhana atau kompleks, bila Kamu membahas hal semacam ini, jadi Kamu mesti memberi keterangan yang pasti serta upayakan untuk bercerita argumen Kamu yang sebenar – benarnya, tetapi dalam batasan norma spesifik.

Jadi contoh, bila argumen Kamu keluar dari tempat kerja terlebih dulu yaitu karna berselisih dengan rekanan kerja atau atasan, jadi janganlah menyebutkan pada HRD kalau Kamu berselisih atau berkelahi dengan segera, namun katakan kalau Kamu mempunyai pandangan yang berlainan dengan rekanan kerja atau atasan Kamu serta katakan kalau Kamu tidak nyaman bekerja dengan keadaan itu hingga selanjutnya Kamu mesti mengundurkan diri. Namun, hal semacam ini harus juga di dukung oleh rekam jejak kerja Kamu yang baik, bila Kamu memanglah terus-terusan beralih – geser kerja dalam jarak yang singkat jadi HRD juga akan berasumsi kalau Kamu tidak bisa bekerja bersama dalam satu tim.

Di samping untuk ketahui waktu dulu Kamu di tempat kerja terlebih dulu, HRD juga memberi pertanyaan ini untuk ketahui kenapa Kamu tertarik pada lowongan yang mereka gunakan. Terdapat banyak formula untuk merespon pertanyaan itu serta membuat Kamu tampak lebih profesional yakni :

Jujurlah

Seperti yang telah aku katakan terlebih dulu, jujurlah pada HRD tentang argumen kenapa Kamu keluar dari tempat kerja Kamu terlebih dulu, bahkan juga bila Kamu dipecat oleh atasan Kamu. Tak ada argumen untuk sembunyikan hal itu (terdapat banyak HRD yang juga akan mengecek latar belakang Kamu di tempat kerja Kamu yang lama untuk menunjukkan apakah Kamu jujur atau tidak), cuma saja Kamu mesti mengemukakannya dengan pendekatan yang baik. Beri argumen yang pasti serta akui bila memanglah Kamu lakukan kekeliruan yang fatal serta katakan kalau Kamu belajar dari kekeliruan itu serta menginginkan memperbaikinya, tetapi atasan/perusahaan Kamu tidak bisa memberi peluang pada Kamu.

Tetaplah Positif

Meskipun Kamu menanggung derita di bawah kepemimpinan atasan seperti di film Devil Wears Prada, tetapi jangan sampai menjelek – jelekannya dimuka HRD ketika interview. Apabila Kamu terasa tidak diperlakukan dengan terhormat, jangan sampai membuat diri Kamu seakan – olah seperti korban. Menurut perusahaan rekrutmen Deborah Osbourn, semakin lebih baik bila Kamu menyebutkan kalau pekerjaan itu tidak pas untuk Kamu serta beri argumen yang mensupport pernyataan Kamu itu. Jadi contoh, Kamu bisa menyebutkan kalau Kamu menginginkan bekerja dalam satu lingkungan yang berbasiskan pada hubungan kerja tim atau tempat itu tidak memakai ketrampilan Kamu.

Jagalah supaya jawaban Kamu tetaplah pendek



Bacalah juga : 5 Langkah sederhana untuk membuat pelanggan dengarkan Anda
Saat Kamu menjawab satu pertanyaan, jangan sampai memberi jawaban yang panjang lebar. Makin Kamu banyak bicara, jadi makin besar juga Kamu buka kesempatan untuk HRD untuk memberi pertanyaan yang mungkin saja tidak Kamu sangka. Ya, aku tahu kalau rekanan kerja yang menyukai menusuk dari belakang, atasan yang temperamental, politik kantor yang kotor adalah satu diantara argumen yang cukup kuat untuk membuat Kamu keluar dari tempat kerja, tetapi hal itu tidak layak untuk Kamu bicarakan saat interview berjalan.

Apabila Kamu keluar dengan argumen yang positif serta menginginkan mencari tantangan baru, jadi cuma argumen itulah yang perlu Kamu katakan. Bila HRD menginginkan memperoleh info semakin banyak, dia juga akan ajukan pertanyaan pada Kamu.

Konsentrasi pada pekerjaan yang baru 


Langkah paling baik untuk memberi tanggapan yaitu kembali ke hal yang paling perlu yakni kenapa Kamu tertarik pada pekerjaan yang Kamu lamar. “Orang yang menginterview Kamu menginginkan ketahui kalau Kamu memanglah inginkan pekerjaan itu serta bersedia bekerja kurun waktu yang cukup lama”, kata Osbourn. “Anda juga akan terperanjat kalau beberapa orang yg tidak dapat mengekspresikan argumen kenapa mereka tertarik pada pekerjaan tersebut”.

Soroti pekerjaan atau hal – hal yang ada pada tempat baru itu yang membuat Kamu jadi begitu tertarik, jadi contoh, pada tempat terlebih dulu aku tidak mempunyai peluang untuk bekerjasama dengan divisi beda serta perihal ini pula yang membuat aku tertarik untuk bekerja antar divisi. Serta berhati – hatilah dengan apa yang telah Kamu katakan tentang hal yg tidak Kamu gemari pada pekerjaan Kamu terlebih dulu yang mungkin saja saja terkait dengan tempat baru yang Kamu lamar ini.

Ingat, kalau tiap-tiap pertanyaan yang didapatkan adalah satu peluang untuk tunjukkan kwalitas Kamu, personality Kamu, serta ketertarikan Kamu pada tempat itu. Kamu telah behasil melalui saringan awal, serta interview adalah waktu yang pas untuk memberikan keyakinan HRD kalau Kamu adalah calon paling baik. Jadi bila Kamu di tanya tentang pekerjaan Kamu terlebih dulu, beri jawaban yang pendek, jujur, serta positif.

alasan resign yang masuk akal
alasan resign mendadak
alasan berhenti kerja saat di interview
alasan resign ke atasan
alasan berhenti kerja yang logis
cara resign dari tempat kerja
alasan keluar kerja yang logis
macam macam alasan resign